All for Joomla The Word of Web Design
breaking news New

CARE dan CIS Timor Lakukan Training of Trainer Tim Perumus RKP Desa di Kabupaten Kupang

Distrik Officer Kabupaten Kupang program PfR SP CARE-CIS Timor, Elfrid V. Saneh

OELAMASI,JURNALNTT.COM – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) internasional CARE dan mitra CIS Timor melakukan Training of Trainers Tim Perumus/penyusun Rencana Kegiatan Pembangunan (RKP) Desa (Tim 11) dalam upaya advokasi pendekatan Pengelolaan Resiko Terpadu-PRT dengan perspektif gender terintegrasi ke dalam dokumen perencanaan dan penganggaran empat desa di kabupaten Kupang.

Demikian press release yang disampaikan Distrik Officer Kabupaten Kupang program PfR SP CARE-CIS Timor, Elfrid V. Saneh, kepada media ini, Selasa (18/9/2019).

Elfrid mengatakan, melalui program PfR SP dengan pendekatan PRT mengenai isu Adaptasi Perubahan Iklim-APi, Pengurangan Resiko Bencana-PRB dan Manajemen Ekosistim dan Restorasi-MER, CARE bersama mitra pelaksana, CIS Timor menargetkan pendekatan ini terintegrasi dalam perencanaan dan penganggaran pembangunan desa dampingannya seperti tercantum dalam trajectory 3.

Sebagai upaya pencapaian trajectory 3 salah satu hal penting yang dilakukan dalam loby dan advokasi adalah peningkatan kapasitas elemen terkait dalam desa.

Selain pemerintah desa, salah satu kelompok (Civil Society Oorganisation-CSO) yang dianggap berperan startegis dalam memastikan kualitas proses perencanaan pembangunan desa adalah Tim Perumus/Penyusun RKP Desa.

Sebagaimana yang diatur dalam Permendagri Nomor 114 Tahun 2014 tentang Pedoman Pembanguan Desa Pasal 33 kepala desa wajib membentuk tim Penyusun RKP Desa yang terdiri dari paling banyak 11 orang dan paling sedikit 11 orang dimana komposisinya harus mengikutkutsertakan perempuan.

Adapaun tugas mereka menurut Permendagri ini adalah:
1. pencermatan pagu indikatif desa serta penyelarasan program/kegiatan masuk ke desa baik dari RPJMDes maupun organisari filantrofi seperti LSM.
2. pencermatan ulang dokumen RPJM Desa;
3. penyusunan rancangan RKP (Rencana Kerja pemerintah) Desa; dan
4. penyusunan rancangan daftar usulan RKP (Rencana Kerja pemerintah) Desa.

Sejauh ini pengalaman empiris mengungkapkan sebagian tim penyusun RKP Desa belum memiliki kemampuan yang mumpuni untuk melaksanakan tupoksi mereka sesuai yang diamanatkan dalam Permendagri tersebut.

Bahkan diantara mereka ada yang hanya namanya tercantum dalam dokumen SK kepala desa tetapi tidak tahu tugasnya dan tidak terlibat dalam proses yang seharusnya.

Sering keterbatasan ini mendorong tenaga pendamping desa melalakukan “improvisasi” yang dapat mengabaikan peran tim tersebut.
Melihat kondisi ini, sangat penting bagi CARE dan CIS Timor melalui PfR SP berkontribusi dalam peningkatan kapasitas mereka.

Selain peran mereka yang sangat stertagis terutama dalam proses analisa domumen kebijakan RPJMDes, mereka juga perlu disegarakan untuk memahami peran dan fungsi mereka termasuk bagaimana melakukan observasi kondisi desa secara kritis dan bisa menghasilkan produk penganggaran dan program desa yang sesuai dengan kebutahan masyarakat dan kondisi desa melalui pencermatan ulang RPJM Desa. Dari perspektif PRT, kapsitas tim penyusun RKPDes perlu penguatan terkait elemen bencana, lingkungan dan perubahan iklim. Ketiga hal ini sebenarnya secara eksplisit tercantum dalam Permendagir No. 11 Tahun 2014 pasal 6 ayat 3 huruf e.

Melalui proses ini diharapkan mereka bisa terpapar pendekatan PRT dan menjadikan pendekatan ini sebagai rujukan dalam menganalisa kondisi dan kebutuhan desa dan dapat diintegrasikan kedalam dokumen perencaaan yang tentu melalui mekanisame yang disayaratkan dalam perundang-undangan.

Tujuan yang ingin dicapai dalam kegiatan ini adalah:
1. Tim penyusun RKPDes dan aktor kunci di 4 desa (Oelatimo Di Kupang timur, Tolnako di fatuleu serta Nunsaen dan Oelbiteno di fatuleu tengah) dampingan PfR SP di Kabupaten Kupang mendapat pengetahuan dan keahlian terkait bagaimana mengadvokasi / mengawal kepentingan-kepentingan masyarakat terkait elemen Adaptasi Perubahan Iklim-API, Pengurangan Resiko Bencana-PRB dan Manajemen Ekosistim dan Restorasi Lingkungan melalui pendekatan Pengelolaan Reskio Terpadu-PRT kepada pemerintah pada level desa dan supra desa

2. Tim penyusun RKPDes dan aktor kunci di emlat desa (Oelatimo di Kupang Timur, Tolnako di Fatuleu serta Nunsaen dan Oelbiteno di Fatuleu Tengah) dampingan PfR SP di Kabupaten Kupang semakin percaya diri dalam melakukan analisa terkait elemen Adaptasi Perubahan Iklim-API, Pengurangan Resiko Bencana-PRB dan Manajemen Ekosistim dan Restorasi Lingkungan sesuai kebutuuhan masyarakat dan dapat disinergikan ke dalam dokumen perencanaan tahunan.

3. Tim penyusun RKPDes dan aktor kunci di di 4 desa (Oelatimo Di Kupang timur, Tolnako di fatuleu serta Nunsaen dan Oelbiteno di fatuleu tengah) dampingan PfR SP di Kabupaten Kupang menjadi percaya diri dan mampu mempengaruhi kebijakan di desa terutama dalam melakukan analisa kebijakan dengan mempertimbangkan kepentingan kelompok rentan seperti perempuan, anak, penyandang disabilitas, kelompok lansia dan kelompok marjinal lainnya.

4. Tim penyusun RKPDes dan aktor kunci di di 4 desa (Oelatimo Di Kupang timur, Tolnako di fatuleu serta Nunsaen dan Oelbiteno di fatuleu tengah) dampingan PfR SP di Kabupaten Kupang terpapar dan memiliki perspektif PRT senstif gender dalam melaksanakan tugas dan peran mereka.

Pelaksanaan kegiatan ini diharapkan dapat menyumbang hasil-hasil sebagai berikut:
1. Meningkatnya pengetahuan dan keterampilan tim penyusun RKPDes dan aktor kunci di delapan (8) dalam melaksanakan tupoksi mereka secara kristis dan menjadi bekal dalam memastikan dan mengawal proses perencanaan dan penganggaran PRT yang responsif gender di Desa masing-masing.

2. Meningkatnya kemampuan identifikasi dan analisa tim penyusun RKPDes dan aktor kunci di delapan (8) dampingan PfRSP.

3. Domuken perencaan dan program kerja desa terpapar PRT dan berpespektif gender.
Peserta kegiatan ini adalah 17 terdiri dari: 11 Tim Penyusun RKPDesa, 1 KADES dan 4 aktor kunci perempuan, dan 1 PLD.

Harus ada keterwakilan perempuan. Berhubung jumlah tim penyusun RKPDes setiap desa beragam jumlah aktor juga disesuaikan asalkan ada keterwakilan yang berimbang anatar alki-laki dan perempuan.

Kegiatan ini akan dilakukan dengan menggunakan pendekatan orang dewasa yang lebih menitik beratkan pada upaya penggalian dan pemahaman terkait perencanaan desa termasuk peran CSO dan warga dalam proses perencanaan. Partisipasi aktif diharapkan terjadi melalui simulasi, diskusi kelompok, studi kasus, brain storming dan proses tanya jawab baik antara peserta dengan fasilitator maupun di antara peserta sendiri.
Jadi proses in mnekankan pada tiga elemen pokok yaitu pengetahuan (kognitif), merasakan (affektif) dan melakukan (motorik).

Tempat kegiatan rencnanaya akan diadakan di Aula Pertemuan Dinas PMD Kabupaten Kupang, hari ini Selasa (17/9/2019 dan besok (17 dan 18/9/2019). (epy)

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password