All for Joomla The Word of Web Design
breaking news New

Kades Nunuana Kesal Mobil Bantuan BUMDes Diduga Diambil Anggota DPRD Kabupaten Kupang, Ursula Bella Totos

Anggota DPRD Kabupaten Kupang, Fraksi Partai Demokrat, Ursula Bella Totos

OELAMASI,JURNALNTT.COM – Kepala Desa Nunuana, Kecamatan Amfoang Timur, Kabupaten Kupang, Nikson Edison Bani, mengaku kesal.

Pasalnya, mobil jenis Pick Up type Hilux yang seharusnya dihibahkan ke BUMDes Bifuli, Desa Nunuana, Kecamatan Amfoang Timur, Kabupaten Kupang, malah diduga diambil tanpa prosedur yang benar oleh Anggota DPRD Kabupaten Kupang, Ursula Bella Totos.

“Waktu itu ada petugas dari dinas perhubungan datang sampai ke saya punya desa. Katanya mau kasih bantuan mobil hilux itu ke saya punya desa. Tapi sampai sekarang mobil itu tidak dikasih.”

Demikian disampaikan Kepala Desa Nunuana, Kecamatan Amfoang Timur, Kabupaten Kupang, Nikson Edison Bani, melalui sambungan telepon seluler, ketika dikonfirmasi wartawan JurnalNTT.Com, Jumat (6/9/2019).

Nikson menuturkan, pada Bulan Desember tahun 2018, dirinya mengikuti pelatihan di salah satu hotel di Kota Kupang.

Saat itu ia mengaku dijemput oleh seorang sopir ke rumah Anggota DPRD Kabupaten Kupang, Ursula Bella Totos. Setibanya di rumah Ursula, ia disodorkan sebuah proposal permohonan bantuan mobil untuk ditandatangani.

Namun Nikson mengaku tidak menandatangani proposal permohonan bantuan mobil yang disodorkan Ursula tersebut karena merasa ada hal yang tidak beres.

Kades Nikson menuturkan, Ursula sempat mengatakan kepadanya bahwa mobil bantuan pick up tersebut adalah hasil dari pokok pikiran (Pokir) DPRD Kabupaten Kupang.

Karena itu, mobil bantuan Kemendes PDT itu akan dipakai oleh dirinya selaku anggota DPRD Kabupaten Kupang.

Mandengar pernyataan Ursula tersebut, Nikson langsung menolak untuk menandatangani proposal permohonan bantuan mobil yang disodorkan.

“Waktu itu saya dijemput oleh sopirnya Ibu Ursula Totos ke rumahnya Ibu Ursula Totos. Lalu Ibu Ursula kasih proposal untuk saya tandatangan. Tapi waktu itu pas saya gerakan mau tandatangan, saya rasa ada yang menyimpang. Lalu saya tanya-tanya. Lalu Ibu Ursula bilang, Pak Kades di dewan itu kita tidak punya uang tapi kita punya pokok pikiran.”

Yang mana mobil-mobil itu adalah pokok pikiran kami dewan. Yang nantinya kami dewan yang ambil itu mobil. Tapi kita pakai nama BUMDes di desanya Bapak. Dari situ saya tidak mau tandatangan. Karena saya berpikir bahwa bagaimana kalau saya tandatangan tapi orang lain yang nikmati,” jelas Kades Nikson menirukan ucapan Ursula Bella Totos.

Inilah salah satu mobil bantuan masyarakat jenis Pick Up Hilux yang diduga dipakai Anggota DPRD Kabupaten Kupang dari Fraksi Partai Golkar, Habel Mbate. Foto : Sipri Klau.

Nikson mengaku hanya menandatangani beberapa dokumen bantuan mobil Pick Up type Hilux, yang dibawa oleh beberapa petugas Dinas Perhubungan Kabupaten Kupang ke Desa Nunuana pada akhir tahun 2018 lalu.

“Kalau proposal yang Ibu Ursula kasih itu saya tidak tandatangan. Yang saya tandatangan itu waktu petugas perhubungan yang datang langsung ke desa saya. Waktu itu saya berpikir ini langsung dari orang dinas perhubungan jadi pasti mobil itu dikasih. Tapi setelah saya tandatangan, sampai saat ini mobil itu tidak kasih,” ujarnya.

Nikson mengaku kesal. Sebab BUMDes Bifuli di desanya itu sangat membutuhkan mobil bantuan Kemendes PDT itu untuk menunjang usaha sewa tenda dan penjualan sembilan bahan pokok (Sembako) di Kecamatan Amfoang Timur.

“BUMDes kita ini usaha Sembako dan sewa tenda untuk acara-acara. Tapi kendalanya kita tidak punta mobil. Jadi kalau mobil bantuan itu dinas kasih maka usaha BUMDes akan maju. Tapi sangat disayangkan. Mobil itu tidak dikasih sampai hari ini,” pungkasnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Kupang dari Fraksi Partai Demokrat, ketika dikonfirmasi media ini melalui telepon seluler, Jumat (6/9/2019), enggan merespon.

Setelah mendengar pertanyaan wartawan media ini terkait pernyataan Kades Nikson tersebut, Ursula langsung memutuskan sambungan telepon.

Ketika wartawan media ini mencoba menelepon lagi, namun panggilan selalu dialihkan.

Diberitakan sebelumnya, Tiga oknum anggota DPRD Kabupaten Kupang, Habel Mbate dari fraksi Partai Golkar, Ursula Bella Totos dari Fraksi Partai Demokrat dan Metusalak Tnunay dari fraksi partai PKP Indonesia diduga kuat mendapat jatah mobil bantuan masyarakat jenis pick up type hilux.

Berdasarkan data yang diperoleh media ini, Selasa (3/9/2019), mobil Hilux yang berada di tangan Ursula, jenis pick up, type Toyota Hilux 2.4L E (4×4) M/T, Nomor Polisi DH 9798 BD, nomor rangka MR0BD&CC3J4170301, nomor mesin 2GD4518973.

Mobil bantuan masyarakat yang diduga dikuasai Habel Mbate, jenis pick up, type Toyota Hilux 2.4L E (4×4) M/T, Nomor Polisi DH 9772 BD, nomor rangka MR0BD&CC1j4170261, nomor mesin 2GD4479065.

Sedangkan mobil bantuan yang diduga sedang berada di tangan Metusalak Tnunay, type Toyota Hilux 2.4L E (4×4) M/T, nomor polisi 9799 BD, nomor rangka MR0BD&CC3J4170301, nomor mesin 2GD0514934.

Sumber kuat media ini yang enggan disebutkan namanya menyebut, diduga kuat delapan dari 11 unit mobil pick up lainnya dengan type suzuki/GC 415 (4×2) M/T juga sedang berada di tangan sejumlah oknum anggota DPRD Kabupaten Kupang.

Sementara itu, kepada wartawan, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kupang, Jhoni Aty mengatakan,tahun 2015, Kabupaten Kupang mendapatkan 24 unit mobil pick up jenis zusuki.

Sesuai juknis, 24 unit mobil bantuan tersebut harus diserahkan kepada koperasi sebagai penerima dengan sistem kerjasama KSO. Setiap bulan koperasi penerima mobil harus membayar angsuran.

Inilah 24 mobil bantuan Kemendes PDT tahun 2015. Mobil-mobil ini seharusnya dikerjasamakan dengan koperasi. Namun diduga mobil-mobil ini malah berada di tangan sejumlah oknum anggota DPRD Kabupaten Kupang. Foto : Sipri Klau

Namun ia tidak menjelaskan besaran dan tenggat waktu angsuraan.Jhoni mengaku, saat ini banyak koperasi penerima mobil bantuan yang menunggak angsuran.

Karena itu, pihaknya tengah mendata koperasi yang menunggak angsuran lebih dari tiga kali. Dan mobil pick up yang menunggak angsuran akan ditarik kembali sebagai aset daerah.

Jhoni mengatakan, tahun 2018, Kabupaten Kupang mendapakan lagi bantuan 11 mobil pick up type suzuki dan toyota hilux.

11 unit mobil bantuan masyarakat tersebut sudah diserahkan kepada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sesuai mekanisme yang berlaku.Sesuai mekanisme, menurutnya, 11 unit mobil bantuan masyarakat itu dihibahkan kepada BUMDes.

Karena itu, ia mengaku tidak mengetahui secara pasti mengapa kini tiba-tiba mobil bantuan Kemendes PDT tersebut berada di tangan para oknum anggota DPRD Kabupaten Kupang.

“Mobil-mobil yang ada itu kami sudah tetapkan melalui Surat Keputusan Bupati (Kupang) sesuai mekanisme yang berlaku. Soal pemakaian itu adalah internal antara dewan dan koperasi atau BUMDes. Ini internal jadi ini soal rasa. Sekarang kalau ada ribut-ribut sedikit atau dipertanyakan soal dewan pakai itu soal internal antara koperasi dan dewan-dewan itu. Dinas tidak ada urusan,” jelasnya.

Ia menjelaskan, penyerahan mobil bantuan tersebut diterima langsung oleh pimpinan lembaga koperasi dan BUMDes serta kepala desa dan menandatangani kontrak kerjasama.

Karena itu menurutnya, jika mobil-mobil bantuan itu diberikan kepada oknum anggota DPRD Kabupaten Kupang maka hal itu di luar tanggung jawab Dinas Perhubungan Kabupaten Kupang.

Menurutnya, Dinas Perhubungan Kabupaten Kupang tidak bisa mengintervensi pengelolaan mobil-mobil bantuan yang sudah diberikan kepada koperasi dan BUMDes.

Asalkan, lanjutnya, penguasaan mobil oleh para oknum anggota DPRD Kabupaten Kupang tersebut harus sesuai kontrak.

Ia mengaku, mobil pick up type hilux yang saat ini berada di tangan Anggota DPRD Kabupaten Kupang, Habel Mbate adalah mobil bantuan yang dihibahkan ke BUMDes Boablingin, Kecamatan Semau Selatan.

Mobil pick up type hilux yang dipakai oleh Ursula Bella Totos adalah mobil bantuan masyarakat yang sebenarnya dihibahkan ke BUMDes Bifuli di Kecamatan Amfoang Timur.

Sementara mobil hilux yang saat ini berada di tangan Metusalak Tnunay adalah mobil bantuan masyarakat yang seharusnya diberikan kepada BUMDes Nerbuat, Kecamatan Amarasi Selatan. (epy).

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password