All for Joomla The Word of Web Design
breaking news New

Dana Bos Triwulan II dan III SDK Nurobo Belum Cair, Kepsek: Masih Tunggu Perintah dari Dinas

Ilustrasi

MALAKA, JURNALNTT.COM- Dana Bos Triwulan II dan III SDK Nurobo, desa Meotroy, kecamatan Laenmanen, kabupaten Malaka, propinsi NTT, hingga September belum kunjung cair. Sebagai akibat, beberapa tenaga pendidik di sekolah itu mengeluh lantaran sudah memasuki bulan keenam tetapi honor belum juga diterima.

Sumber kuat JURNALNTT.COM yang tidak mau namanya dikorankan menjelaskan, kesulitan yang ia hadapi selama dana itu belum cair adalah tidak adanya uang sebagai sarana pendukung transportasi ke sekolah setiap hari.
Katanya, kalau mau ke sekolah tentu membutuhkan bensin. Sementara, uang untuk membeli bensin saja tidak dimilikinya.
“Kita mau ke sekolah bensin di motor tidak ada. Sudah masuk enam bulan ini kami belum terima honor,” ungkap sumber itu.

Lebih lanjut sumber itu menuturkan, selain uang bensin, dengan belum diterimanya honor itu membuat pemenuhan kebutuhan pribadi lainnya juga ikut tersendat.
Meskipun demikian, sumber itu menyatakan kesabarannya untuk tetap aktif menjalankan tugas sebagaimana biasanya.

Terkait keluhan ini, kepala sekolah SDK Nurobo, Clara Bano yang dihubungi wartawan melalui telepon genggamnya pada Jumat, (6/9/2019) pagi membenarkan hal itu.
Clara memaparkan, dana bos triwulan II dan III memang belum cair. Sedangkan, semua urusan menyangkut proses pencairan dana tersebut sudah selesai.

Ia juga mengimbuhkan, dana bos triwulan I sudah cair di bulan Juni 2019 lalu, dan hak dari empat orang tenaga honor di sekolah itu pun sudah dibayarkan. Untuk triwulan II dan III, masih harus menunggu perintah dari dinas. Jika belum ada perintah maka dana itu tidak bisa dicairkan.
“Semua urusan administratif sudah rampung. Hanya, kalau dana itu mau cair harus tunggu perintah dari dinas (dinas P&K kabupaten Malaka)”, terang Clara.

Empat tenaga honor itu, ulas Bano lebih lanjut, digaji dengan Rp. 1.000.000/ bulan (satu juta rupiah). Dan diakuinya sebagai salah satu sekolah dasar di kabupaten Malaka yang bisa memberikan honor dengan nilai yang jauh lebih baik dari sekolah- sekolah lainnya.
“Di sekolah kami, tenaga honor dikasih satu juta setiap bulan. Sedangkan di sekolah lain hanya Rp. 150.000 (seratus lima puluh ribu rupiah)”, bebernya membandingkan.

Berhubungan dengan penyampaian kepala sekolah itu, sumber kuat JURNALNTT.COM membantah.
Sumber itu mengatakan, jumlah honor yang diterima per bulan itu hanya Rp. 800.000 (delapan ratus ribu rupiah).
“Itu dia putar balek. Setiap bulan kami terima tidak sampai satu juta,” tegas sumber itu. (HH).

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password