All for Joomla The Word of Web Design

Tak Terima Gaji Enam Bulan dan Belum Dapat SK Kontrak, Tenaga Honda Kabupaten Kupang Segel Kantor

Wakil Bupati Kupang, Jerry Manafe (tengah/depan), didampingi Sekda Kabupaten Kupang, Obed Laha (kiri) dan Asisten III Setda Kabupaten Kupang, Viktorya Kanahebi sedang berdialog dengan tenaga Honda di ruang rapat Bupati Kupang, Senin (15/7/2019). Foto: Sipri Klau

OELAMASI, JURNALNTT.COM – Kesal lantaran tak terima gaji selama enam bulan dan belum mendapat perpanjangan SK kontrak, sejumlah tenaga honor daerah (Honda) Kabupaten Kupang menyegel semua ruangan kantor Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Kupang, Senin (15/7/2019) pagi.

Para tenaga Honda ini kesal lantaran sudah enam bulan mereka tidak diberi gaji dan sebagiannya lagi belum mendapat Surat Keputusan (SK) Bupati Kupang tentang perpanjangan kontrak para tenaga Honda.

Kepada jurnalntt.com, salah satu tenaga Honda dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Kupang yang enggan disebutkan namanya mengaku, pada Rabu (10/7/2019) sudah menemuai Sekretaris Bapenda Kabupaten Kupang, Agus Ke Lomi untuk membahas persoalan keterlambatan pembayaran gaji tenaga Honda tersebut.

Saat pertemuan itu, Agus Ke Lomi mengaku, gaji para tenaga Honda di Bapenda belum bisa dibagi karena alasan Kasubag Kepegawaian Bapenda belum memasukan absensi para tenaga Honor.

“Sekretaris Bapenda bilang gaji belum bisa bayar karena absensi kami belum dimasukan oleh Subag Kepegawaian Bapenda. Ini alasan mengada-ada,” jelasnya.

Tenaga Honda ini mengaku, ia dan 11 orang temannya sudah mendapat perpanjangan SK kontrak namun gaji selama enam bulan belum dibayarkan.

Selain itu, tenaga Honda Kabupaten Kupang lainnya dari Dinas Perhubungan Kabupaten Kupang, yang enggan disebutkan namanya mengaku, sebanyak 105 tenaga Honda dari Dinas Perhubungan Kabupaten Kupang belum mendapat perpanjangan SK kontrak daerah tahun 2019 dan belum juga mendapat gaji selama enam bulan.

Tenaga Honda lainnya dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang mengungkapkan, sebanyak 182 tenaga Honda di Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang yang bekerja di 26 Puskesmas di Kabupaten Kupang sampai saat ini belum mendapat perpanjangan SK kontrak daerah dan belum mendapat gaji selama enam bulan.

“Kami belum dapat SK perpanjangan kontrak daerah dan belum dapat gaji. Tapi anehnya kami tetap dituntut untuk bekerja seperti biasa. Bagaimana kami bisa bekerja tanpa uang transportasi,” jelasnya.

Tenaga Honda ini juga mengungkapkan, selama ini dirinya harus meminjam uang dari keluarga untuk bisa memenuhi biaya transportasi dan biaya makan di tempat kerja.

Sementara itu, salah satu tenaga Honda dari Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Kabupaten Kupang juga mengatakan, sebanyak 24 tenaga Honda di instansinya itu belum mendapat SK perpanjangan kontrak daerah dan belum mendapat gaji selama enam bulan.

Pantauan media ini, para tenaga Honda dari Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan dan Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Kabupaten Kupang menemui Wakil Bupati (Wabup) Kupang, Jerry Manafe di ruang rapat Bupati Kupang untuk berdialog.

Dalam dialog itu, para tenaga Honda mengungkapkan semua keluh kesah yang mereka alami.

Dalam dialog itu, Wabup Jerry meminta agar para tenaga Honda di Bapenda tidak menyegel lagi kantor Bapenda.
Wabup Jerry meminta agar jika ada persoalan harus dikomunikasikan dengan pimpinan SKPD, Sekda, Bupati dan Wakil Bupati Kupang.

Menurut Wabup Jerry, keterlambatan perpanjangan SK kontrak para tenaga Honda karena Pemkab Kupang masih melakukan verifikasi ulang terhadap tenaga kontrak di Kabupaten Kupang.
Dalam verifikasi ini, menurut Jerry, tenaga Honda Kabupaten Kupang yang malas dan lalai dalam melaksanakan tugas akan diberhentikan.

Sementara tenaga Honda yang rajin dan disiplin dalam bekerja maka SK kontrak akan diperpanjang.

Wabup Jerry menjelaskan, anggaran yang dibutuhkan untuk membayar honor tenaga Honda di Kabupaten Kupang adalah Rp 46 miliar. Sementara saat ini, anggaran yang tersedia hanya Rp 44 miliar atau defisit Rp 2 miliar.

“Kembali kerja baik-baik. Kalau ada apa-apa datang supaya kita bicara baik-baik. Supaya tidak hambat pelayanan pemerintahan,” pungkas Jerry.

Sementara itu, Sekda Kabupaten Kupang, Obed Laha mengatakan, SK perpanjangan tenaga Honda Kabupaten Kupang di Bapenda sudah diberikan kepada tenaga Honda.

Sekda Obed meminta para tenaga Honda agar tidak boleh menemui Bupati dan Wakil Bupati dan Sekda Kabupaten Kupang dalam jumlah massa yang banyak.

“Kalau ada masalah datang sendiri-sendiri dan kita diskusi. Jangan demo-demo. Jangan kumpul dalam jumlah banyak baru datang begini,” tegasnya.

Menurut Obed, persoalan tenaga Honda di Kabupaten Kupang sedikit sedikit rumit untuk diselesaikan. Sebab selama ini, perekrtutan tenaga Honda di Kabupaten Kupang tidak melalui mekanisme yang benar.

“Sedikit rumit karena usulan masuk keluar (tenaga Honda) ini tidak jelas,” jelasnya.

Ia juga menegaskan, tenaga Honda yang bekerja asal-asalan pasti akan diberhentikan. Sementara tenaga Honda yang bekerja baik maka SK akan diperpanjang.

“Kalau kerja baik dan benar maka pasti akan diperpanjang SK. Kalau tidak kerja baik maka pasti tidak diperpanjang,” jelasnya. (epy).

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password