All for Joomla The Word of Web Design
breaking news New

Pemprov NTT Alokasikan Dana Untuk Kembangkan Enam Komoditi Ini di Kabupaten Kupang

Suasana pertemuan Tim Percepatan Pembangunan Provinsi NTT, Ibrahim Agustinus Medah (kiri) bersama Wakil Bupati Kupang, Jerrya Manafe dan Asisten III Setda Kabupaten Kupang, Viktoria Kanahebi dan Asisten II Setda Kabupaten Kupang, Jemy Ully.

OELAMASI,JURNALNTT.COM – Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT, melalui Tim Percepatan Pembangunan Provinsi NTT, yang dipimpin Ibrahim Agustinus Medah siap menggelontorkan anggaran untuk pengembangan enam komoditi pertanian di Kabupaten Kupang. Enam komoditi yang akan dikembangkan teresebut adalah jambu mente, kemiri, kopi, kakao, rumput laut dan kelor.

Komitmen Pemprov NTT dalam pengembangan enam komoditi pertanian di Kabupaten Kupang tersebut terungkap dalam pertemuan Tim Percepatan Pembangunan Provinsi NTT dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kupang yang dipimpin Wakil Bupati Kupang Jerry Manafe, Kamis (11/7/2019).

Dalam pertemuan berasama Pemkab Kupang tersebut, Ketua Tim Percepatan Pembangunan Provisnsi NTT, I.A Medah menyampaikan, anggaran untuk pengembangan enam komoditi pertanian ini bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Provinsi NTT.

“Nanti menggunakan dana APBD NTT. Prosesnya tidak boleh tender tapi hibah ke warga. Tahun 2019 target yang sudah disetujui gubernur pada kelompok tani di desa yakni 10.000 hektare jambu mente, 10.000 hektare kemiri, 10.000 hektare kopi, 10.000 hektare kakao, 8.000 hektare rumput laut dan 4.000 hektare kelor. Nanti didistribusikan komoditi ini melalui kabupaten,” ungkap Medah.

Dalam pertemuan tersebut, Medah, menyampaikan sejumlah rencana dan target yang akan dicapai dalam kurun waktu kepemimpinan gubernur NTT saat ini.

Mantan Bupati Kupang dua periode ini menjelaskan, tim percepatan pembangunan NTT yang dibentuk Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat terdiri dari koordinator wilayah dan koordinator komoditi.

Tugasnya adalah mendampingi program percepatan pembangunan agar sukses di masyarakat.

“Tim akan sosialisasi komoditi dan kawal bersama masyarakat. Targetnya, komoditi yang akan dikembangkan berhasil selama tiga tahun.

Ada beberapa komoditi yang minimal dikelola petani di desa yakni komoditi jambu mente, kemiri, kopi,  kakao, rumput laut dan kelor,” katanya.
Demi suksesnya program ini, maka menurut Medah, tim akan selalu berkoordinasi dengan instansi terkait di kabupaten, kecamatan dan desa target.

Setiap kepala keluarga (KK)  didata menjadi target bantuan dan idealnya seluruh KK terlibat didalamnya.

Dirinya berharap Pemkab Kupang ikut membantu menentukan instansi mana saja yang bisa masuk dalam tim dan instansi bersangkutan bisa membantu membentuk kelompok tani di tiap desa.

Sementara itu, Wabup Kabupaten Kupang, Jerry Manafe menyambut positif komitmen Pemprov NTT dalam pengembangan enan komoditi pertanian di Kabupaten Kupang.

Sebab program Pemprov NTT itu sejalan dengan Program Pemkab Kupang Revolusi 5P yakni Pertanian, Peternakan, Perkebunan, Pariwisata dan Perikanan.

“Ini menggunakan dana APBD Provinsi. Ini peluang yang harus ditangkap karena sejalan dengan visi-misi Bupati dan Wakil Bupati Kupang yang telah dicanangkan yakni Revolusi 5 P,” jelasnya.

Menurut Jerry, untuk budidaya rumput laut, Pemprov NTT membutuhkan lahan seluas 8000 hektare. Namun saat ini Pemkab Kupang baru menyiapkan sekitar 1800 hektare.

Sebab itu, ia akan menginstruksikan kepada Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kupang agar segera menginventarisir ulang lahan pertanian rumput laut agar bisa mencukupi luas lahan yang dibutuhkan untuk budidaya rumput laut.

“Persoalan lahan saya kira tidak masalah. Karena kita akan mencari lahan yang bukan lahan produktif tapi lahan tidur yang tidak diolah,” ungkapnya.

Untuk menyukseskan pengembangan enam komoditi Pemprov NTT tersebut, Jerry berjanji akan membentuk tim kerja yang terdiri dari semua instansi yang terkait dengan 5P termasuk Bappeda dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana di Kabupaten Kupang.

“Nanti setelah tim ini terbentuk saya akan siap jadi koordinator. Kita akan percepat di lapangan,” pungkasnya. (epy).

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password