All for Joomla The Word of Web Design
breaking news New

Helikopter Mi- 17 Yang Hilang di Papua Belum Ditemukan, Orang Tua Pratu Yanuarius Lakukan Ritual Adat

Orang tua dari Pratu Yanuarius Loe, prajurit TNI yang diduga hilang bersama Helikopter MI-17 milik TNI AD di Papua sedang melakukan ritual adat agar putra mereka segera ditemukan. Foto : Herminus Halek

ATAMBUA, JURNALNTT.COM- Orang tua kandung Pratu Yanuarius Loe (26), salah satu korban helicopter Mi- 17 milik TNI AD yang hilang kontak di Papua, Jumat (28/6) lalu, terus melakukan berbagai upaya dalam mendukung pencarian Tim SAR gabungan.

Berdasarkan informasi yang diterima media ini, Minggu (7/7) siang, keluarga Yanuarius mendatangi rumah adat suku Hae Wes Babulu (Uma Kukun Metan) dari ibu kandungnya Elisabeth Dahu (52) di Haliwen, desa Duabesi, kecamatan Nanaet Duabesi, kabupaten Belu untuk melakukan ritual adat sesuai tradisi kepercayaan tradisional masyarakat setempat kepada kekuatan alam.

Ritual itu dibuat keluarga Yanuarius atas anjuran tim pendoa beberapa waktu lalu.

Dikatakan ayah kandung Yanuarius melalui sambungan telepon seluler, Minggu siang, kiranya ritual adat itu bisa membantu mempercepat penemuan Helicopter Mi-17.

Lebih lanjut, disampaikannya, dari ritual itu menampakkan sebuah harapan baru bagi keluarga, yakni para korban masih baik- baik saja dan diyakini, cepat atau lambat akan ditemukan.

“Hari ini kami buat ritual adat di rumah suku. Petunjuknya baik,” ujar ayah kandung Yanuarius.

Meski demikian, Frans Loe tetap berharap kerja keras Tim SAR gabungan untuk tidak berhenti mencari helicopter itu.

“Semua jalan kita tempuh. Semoga dengan ritual ini bisa membantu upaya pencarian di Papua,” harapnya.

Dilansir Kompas.Com, Kamis (4/7), Pencarian Helikopter MI-17 milik TNI AD yang hilang kontak sejak 28 Juni di sekitar Kabupaten Bintang, Papua, masih terus dilakukan.

TNI Angkatan Udara akan mengerahkan pesawat yang memiliki teknologi pendeteksi panas dan logam untuk menyisir lokasi di sektor Lereh dan Airu.

Seperti diketahui, helikopter yang tengah melakukan misi pendorongan logistik (dorlog) ke Pos Udara Pengamanan Perbatasan (Pamtas) di Distrik Okbibab dilaporkan membawa 12 orang terdiri dari 7 orang kru dan 5 personel Satgas Yonif 725/Wrg yang akan melaksanakan pergantian pos.

Berikut ini fakta lengkapnya:
1. TNI AU kerahkan pesawat pendeteksi panas dan logam

“Kita rencanakan untuk besok hari, apa bila sudah siap, pesawat CN235 yang selama ini kami gunakan akan digantikan dengan CN235 MPA, jenisnya sama namun spesifikasinya berbeda. CN235 MPA ini mempunyai kemampuan mendeteksi panas dan logam,” ujar

Wakapendam XVII/Cenderawasih, Letkol Inf Dax Sianturi, di Jayapura, Selasa (2/7/2019).

Menurut Dax, pesawat tersebut diarahkan untuk menyisir sektor Lereh dan Airu. Sebelumnya, sejumlah warga mendengar suara helikopter di sektor tersebut.

“Kami akan menggunakan pesawat itu untuk menyisiri sektor Lereh dan Airu, Kabupaten Jayapura. Sementara heli Bell tetap kami fokuskan di Oksibil,” ujar Dax.

2. Dua helikopter Bell sisir Oksibil
Dua helikopter jenis Helly Bell 412 milik TNI AD dan Helly Bell 206 milik penerbangan sipil diperbantukan menyusuri rute penerbangan antara Oksibil dan Okibab.

“Kemudian tim pencari udara juga mendarati kampung-kampung yang terlihat dari atas dan berusaha mencari informasi dari masyarakat yang ada di kampung-kampung tersebut.

Ada tiga distrik yang tadi cari keterangan oleh tim udara, yaitu Distrik Oksop, Okibab dan Okbape,” ujar Dax Sianturi, di Jayapura, Selasa (2/07/2019).

Sayangnya, hingga saat ini, petugas dan tim SAR gabungan masih belum menemukan tanda-tanda keberadaan heli naas tersebut.

“Sampai pukul 16.00 WIT, sangat disayangkan kita masih belum menemukan adanya tanda-tanda keberadaan Helikopter MI-17 dengan nomor regristasi HA5138,” kata Dax.
3. Heli MI-17 sudah beroperasi selama 8 bulan di Papua.

Helikopter MI-17 milik TNI AD yang hilang kontak di Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, merupakan subvarian pengembangan generasi kelima atau juga disebut MI-17-V5.

Heli tersebut dirancang oleh biro desain Mil Moscow Helicopter dan diproduksi Kazan Helikopter Rusia, Heli MI-17-V5 merupakan keluaran pabrikan tahun 2008.

Menurut Letkol Inf TNI Dax Sianturi, MI-17-V5 adalah milik Pusat Penerbangan Angkatan Darat (Penerbad) yang sudah mengudara hampir di seluruh Indonesia.
“Untuk di Papua, heli ini sudah sekitar 8 bulan,” ujar Dax, Rabu (3/7/2019).

Menurut Dax, heli tersebut dibekali sepasang mesin Turboshaft Isotov TV3-117VMA dengan kekuatan 2.200 shp.
Dax menyebut MI-17 memiliki kemampuan terbang sangat baik hingga ketinggian 6.000 meter di bawah permukaan laut. (HH/Dhias Suwandi, Sukoco)

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password