All for Joomla The Word of Web Design
breaking news New

Aniaya Warga, Ketua RT di Desa Dualasi Raiulun Ini Dilaporkan ke Polisi

Stanisius Kali, korban penganiayaan. Foto : Herminus Halek

ATAMBUA, JURNALNTT.COM- Korban penganiayaan, Stanislaus Kali (60), warga RT 01/RW 01, dusun Fattara 1, desa Dualasi Raiulun, kecamatan Lasiolat, kabupaten Belu melaporkan ketua RT 01, Marselinus Bau ke aparat kepolisian sektor Lasiolat, Sabtu (29/6/2019) lalu.

Marselinus Bau dilaporkan ke polisi lantaran diduga telah melakukan tindakan penganiayaan terhadap Stanislaus Kali.

Penganiayaan itu dilakukan Marselinus dengan menggunakan sebatang kayu yang dicabutnya dari tiang profil pondasi rumah.

Akibat dari penganiayaan itu, Stanislaus mengalami luka robek sepanjang 32cm pada punggung bagian kanan.

Ironisnya, ketua RT itu menganiaya korban di hadapan kepala desa Dualasi Raiulun. Namun, kepala desa tidak menegur aparatnya. Kepala desa membiarkan penganiayaan itu terjadi.
“Kepala desa tidak tegur Ketua RT. Dia berdiri nonton saja,” ucap Stanislaus.

Kronologis kejadian itu bermula dari adanya saling klaim terkait status kepemilikan tanah di lokasi pembangunan pondasi rumah milik anak kandung Stanislaus Kali, Yovita Dau.

Melalui sambungan telepon selulernya, Selasa (9/7/2019) siang, Stanislaus menceritakan lebih lanjut, tanah itu miliknya. Peristiwa itu terjadi pada saat sedang pengerjaan pondasi rumah, Sabtu (29/7) siang sekira pukul 11.30 wita.

Awalnya, lokasi itu didatangi dua anggota TNI untuk menegur keluarga Stanislaus yang sedang bekerja.
Tidak lama berselang, sepulangnya dua anggota TNI itu, datang lagi kepala desa Dualasi Raiulun, Sebastiana Mako ke lokasi pengerjaan pondasi rumah tersebut.

Maksud kedatangannya untuk menegur keluarga Stanislaus agar berhenti kerja dengan alasan tanah itu milik pribadi kepala desa, bukan milik keluarga Stanislaus.

Waktu itu, lebih lanjut diceritakan Stanislaus, kepala desa menegur dengan suara keras dan kasar.
“Kamu berhenti kerja sudah, tanah ini kami punya,” ungkap Stanislaus meniru teguran kepala desa.

Stanislaus menanggapinya secara baik dan mengajak kepala desa untuk kalau bisa dibicarakan baik- baik. Akan tetapi, permintaan Stanislaus itu tidak digubris sama sekali oleh kepala desa hingga berlanjut dengan tindakan penganiayaan ketua RT terhadap warganya sendiri, Stanislaus.
“Ibu desa, kita omong baik- baik saja, tidak usah ribut,” tawar Stanislaus.

Luka yang dialami Stanislaus itu langsung divisum et repertum di klinik RSUD Gabriel Manek Atambua pada hari itu juga. Hasil visum itu pun sudah dilampirkan ke aparat kepolisian sektor Lasiolat.
“Hasil visumnya kami sudah kasih di polisi. Luka robek di punggung kanan, panjang 32 cm,”tutur Stanislaus mengakhiri.

Hingga berita ini dipublikasi, kepala desa Dualasi Raiulun belum berhasil dikonfirmasi. (HH).

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password