All for Joomla The Word of Web Design
breaking news New

Hari Kelima Pencarian Helicopter Mi- 17 Masih Nihil, Keluarga Pratu Yanuarius Semakin Tidak Tenang

Keluarga Pratu Yanuarius Loe. Foto: Herminus Halek

ATAMBUA, JURNALNTT.COM-Upaya pencarian Helicopter MI- 17 milik TNI AD yang hilang kontak, Jumat (28/6) di Papua sudah memasuki hari kelima.

Namun hasilnya masih tetap nihil. Heli MI- 17 milik Penerbad itu hingga kini belum diketahui keberadaannya. Tim gabungan pun terus mencari tiada berhenti.

Situasi ini membuat keluarga besar Pratu Yanuarius Loe, di desa Rinbesihat, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, NTT merasa semakin tidak tenang.
Keluarga berharap Yanuarius segera ditemukan dalam keadaan baik- baik saja.

“Sebagai orang tua, tentu kami merasa sangat sedih. Kami hanya bisa berharap anak kami Yanuarius segera ditemukan. Mati ataupun hidup, kami pasrahkan ke dalam kuasa Tuhan,” ungkapan sedih bapak dan mama kandung Yanuarius saat dikonfirmasi media ini.

Sementara, salah satu saudara kandungnya, Itha Loe melalui sambungan telepon seluler, Rabu (3/7/2019) sore menyampaikan bahwa ada informasi dari teman- teman Yanuarius yang diterima keluarga, menyatakan bahwa helicopter itu belum juga ditemukan hingga hari kelima.

“Ada dia pu teman- teman yang telepon dari Papua, kastau bilang heli itu belum dapat,” katanya dengan nada sedih pula.

Dilansir detiknews, Rabu, (3/7/2019), Pencarian helikopter Mi-17 milik TNI yang hilang di Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, terus dilakukan.

Pada hari kelima, tim gabungan belum menemukan keberadaan pesawat itu.
“Hingga hari kelima, pencarian Heli MI-17 milik TNI yang hilang di Oksibil belum menemukan keberadaan pesawat,” ujar Waka Pendam XVII/Cenderawasih, Letkol Inf. Dax Sianturi saat dihubungi, Rabu (3/7/2019).

Menurut Dax, kegiatan pencarian pada hari kelima dimulai pada pukul 08.00 WIT melalui udara dengan melibatkan dua unit Heli Bell 412 TNI AD dengan nomor registrasi HA 5177 dan HA 5185, satu unit CN 235 TNI AU sebagai supporting flight dan satu unit Heli Bell 206 (PK IWD) perbantuan penerbangan sipil.

“Heli Bell 206 PK IWD melaksanakan dua kali penerbangan pencarian (searching flight) pada radius 5-20 mile dari titik lost contact dengan rata-rata waktu terbang 90 menit dalam setiap penerbangan. Sedangkan Heli Bell 412 TNI AD no reg 5185 melaksanakan satu kali penerbangan pencarian (searching flight) pada radius 5-20 mile dari titik lost contact dengan waktu terbang sekitar 40 menit,” katanya.

Dax mengatakan Heli Bell 412 TNI AD bernomor registrasi 5177 akan melaksanakan satu kali penerbangan pencarian di sekitar Gunung Mol dengan waktu terbang sekitar 60 menit dan CN 235 melakukan supporting flight sebanyak satu sorty dari Sentani menuju Oksibil dengan membawa persediaan avtur dan rensum tempur untuk kepentingan kegiatan SAR.

Selain itu, kata Dax, pencarian melalui darat dilakukan oleh Tim SAR darat dengan kekuatan 100 orang (1 SSK) mencakup 3 wilayah yakni kabupaten Oksibil, dengan kekuatan 50 orang dipimpin Dandim 1702 orang yang merupakan gabungan personel TNI, Polri, Basarnas, dan masyarakat melakukan penyisiran di Distrik Oskob di sekitar Kampung Mimin dan ketinggian Gunung Mol.

Kemudian, penyisiran darat di wilayah Kabupaten Jayapura dengan kekuatan 20 orang gabungan TNI dan masyarakat dipimpin Dandim 1701 melakukan penyisiran di wilayah Kaureh. Sebanyak 30 personel gabungan TNI dan masyarakat dipimpin Kasi Ops Korem 172 melakukan penyisiran di sektor Airu.

“Posko SAR di Oksibil telah menggelar komunikasi melalui kontak radio ke 34 distrik yang berada di Kabupaten Pegunungan Bintang untuk mengimbau masyarakat agar dapat mengirimkan informasi ke Posko melalui radio apabila menemukan informasi tanda-tanda keberadaan Heli MI 17 no reg HA 5138,” tambah Dax.

Proses pencarian melalui udara dihentikan sementara pada pukul 14.00 WIT dengan pertimbangan cuaca yang tidak memungkinkan. Sedangkan pencarian melalui darat tetap dilakukan sampai dengan pkl 15.00 WIT.

Helikopter milik TNI AD hilang kontak setelah 5 menit terbang dari Bandara Oksibil, Papua. Helikopter terbang menuju Bandara Sentani, Jayapura.

Helikopter tersebut bertolak pada pukul 11.44 WIT, Jumat (28/6). Seharusnya, helikopter mendarat di Sentani pukul 13.11 WIT, Jumat (28/6). Helikopter yang hilang kontak mengangkut 12 orang, terdiri atas 7 orang kru dan 5 personel Satgas Yonif 725/Woroagi. (HH/aan/aan).

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password