All for Joomla The Word of Web Design
breaking news New

Kepala Desa Nanin Terancam Enam Tahun Penjara Karena Dugaan Pencemaran Nama Baik

Kepala Desa Nanin, Emirinsiana Luruk

BIUDUKFOHO,JURNALNTT.COM – Kepala Desa Nanin, Kecamatan Rinhat, Kabupaten Malaka, Provinsi NTT, Emerinsiana Luruk, dilaporkan ke Polisi atas kasus dugaan pencemaran nama baik terhadap Kepala Desa Lotas, Kecamatan Rinhat, Kabupaten Malaka, Provinsi NTT, Maria Thresia Toli melalui Media Sosial.

Kepada jurnalntt.com, Kepala Desa Lotas, Maria Theresia Toli mengatakan, peristiwa pencemaran nama baik tersebut diduga dilakukan Emerinsiana melalui pesan singkat di Facebook dan Whatss App.

Maria menuturkan, pesan singkat yang dikirimkan Emerinsiana itu berisikan kata-kata caci maki. Emirinsiana diduga menyebut Maria sebagai pencuri, penculik, tukang sogok, tidak tahu diri dan tidak mengerti.

Merasa dilecehkan, Maria langsung melaporkan dugaan pencemaran nama baik itu ke aparat kepolisian sektor (Polsek) Rinhat di Biudukfoho.

Peristiwa pencemaran nama baik tersebut berawal saat warga dari wilayah desa Nanin melakukan aktifitas berkebun di atas lahan milik keluarga Maria.

Melihat aktifitas tersebut, Maria langsung menegur warga dari desa Nanin tersebut dan meminta agar tak boleh beraktifitas lagi di atas lahan miliknya itu.

Setelah ditegur, warga yang tidak disebutkan namanya itu kembali ke rumah dan memberitahukan persoalan itu kepada Emerinsiana selaku kepala desa Nanin.

Mendapat laporan dari warganya itu, Emerinsiana naik pitam dan langsung mengirim pesan yang diduga berisi pencemaran nama baik melalui media sosial Whatss App dan facebook kepada Thresia.

Maria mengaku sudah mengumpulkan dan menyerahkan semua bukti pesan dari Emerinsiana tersebut kepada aparat kepolisian.

Kapolsek Rinhat, Iptu, Mikhael Mali, yang dikonfirmasi media ini, Jumat (31/5/2019), mengakui adanya laporan dugaan pencemaran nama baik ke Polsek Rinhat oleh Maria sebagai korban.

Namun karena Polsek Rinhat tidak memiliki pakar Informasi dan Transaksi Elektroni (ITE) maka korban diminta untuk langsung melaporkan kasus tersebut ke Polres Belu.

“Benar sudah dilaporkan. Tapi karena di Polsek tidak ada pakar ITE makanya kita dorong korban untuk melapor ke Polres Belu,” ungkapnya.

Menurut Mikhael, dugaan pencemaran nama baik itu berawal dari sengketa tanah yang belum diketahui pemiliknya.

“Persoalan tanah tersebut berujung pada pencemaran nama baik melalui facebook dan WA,” ujar Mikhael.

Mikhael mengatakan, jika terbukti dengan sengaja menyebarluaskan informasi elektronik yang bermuatan pencemaran nama baik seperti yang dimaksudkan dalam Pasal 27 ayat (3) UU ITE maka Emerimsiana  akan dijerat dengan Pasal 45 Ayat (1) UU ITE dengan sanksi pidana penjara maksimum 6 tahun dan/atau denda maksimum 1 miliar rupiah.

Sementara itu, Kepala Desa Nanin, Emerinsiana Luruk belum berhasil dikonfirmasi. (tim)

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password