All for Joomla The Word of Web Design
breaking news New

Kades Dan Sekdes Bakustulama Saling Lempar Tanggung Jawab Terkait Penolakan Embung

Raymundus Berek

ATAMBUA, JUNALNTT.COM- Sebagaimana diberitakan media ini sebelumnya terkait penolakan pembangunan embung oleh salah satu warga, Martinus Mones di wilayah dusun Aimalae, desa Bakustulama, kecamatan Tasifeto Barat, kabupaten Belu beberapa waktu lalu, menimbulkan tindakan saling lempar tanggung jawab di antara Sekretaris Desa, Yohanes Abesi dan Kepala Desa Bakustulama, Raymundus Berek.

Hal ini, tampak dari hasil konfirmasi wartawan JurnalNTT.Com dengan Raymundus melalui sambungan telepon selular, Senin (3/6/2019) siang.

Dikatakan Raymundus, Roy nama sapaannya menguraikan bahwa pernyataan yang disampaikan oleh Yohanes itu merupakan informasi yang tidak benar.

Yohanes seharusnya menyampaikan secara faktual tentang apa sebenarnya terjadi di lapangan.

Semua proses persiapan pembangunan embung mulai dari sosialisasi, penentuan dan peninjauan lokasi hingga mendatangkan alat berat itu didampingi langsung oleh Yohanes sendiri.

“Kalo sekdes bilang dia tidak tau itu omong kosong. Selama ini dia yang urus ko, masa dia tidak tau? Jangan buat saya marah,” ungkapnya.

Roy menuturkan bahwa setiap kali ada tim dari kabupaten yang turun ke wilayah desanya, selalu bertepatan dengan agenda tugas luarnya, sehingga tidak bisa terlibat langsung dengan urusan dimaksud.

Lokasi pembangunan embung itu pun diakuinya lebih lanjut bahwa lokasi itu benar- benar milik Mones. Lahan itu bekas kebun yang digarapnya sejak dahulu.

“Itu tanah memang milik suku Beitaek, tapi dia yang buat kebun di situ. Saya pernah lihat sendiri tanaman banyak di tempat itu,” terangnya.

Dijelaskan bahwa program itu langsung dari pusat dengan sumber dananya APBN.

Soal besar anggarannya pun tidak diketahui oleh kepala desa.

Roy menambahkan, bahwa untuk mengatasi persoalan penolakan oleh warganya itu, sedang diupayakannya untuk melakukan pendekatan dengan pemilik tanah dan kepala suku Beitaek, terutama mencari satu lahan lain untuk diserahkan kembali kepada Mones sebagai pengganti lokasi embung itu.

Selain itu, lokasi yang berukuran 1 hektar itu, dipandang Roy sebagai tempat yang tepat sesuai asas manfaat, lantaran di sekitar area itu terdapat hamparan luas tanah datar.

Kapasitas air yang dihasilkan nantinya pun, urainya cukup untuk mengairi puluhan hektar persawahan.

“Pemerintah kasih air, kita jangan tolak. Saya usahakan tetap bangun komunikasi baik dengan kepala suku, supaya cari kembali satu tanah kosong untuk kasih kembali di om tinus,” janjinya. (HH)

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password