All for Joomla The Word of Web Design
breaking news New

Presiden Joko Widodo Resmikan Bendungan Rotiklot

Presiden Joko Widodo didampingi Gubernur NTT, Viktor Laiskodat mengresmikan bendungan Rotiklot. Foto : Herminus Halek

ATAMBUA, JURNALNTT.COM-Presiden Republik Indonesia, Ir. Joko Widodo meresmikan Bendungan Rotiklot, desa Fatuketi, kecamatan Kakuluk Mesak, kabupaten Belu, propinsi NTT, Senin (20/5/2019). Peresmian itu ditandai dengan penekanan sirene dan penandatanganan prasasti.

Dalam pidatonya, Joko Widodo memaparkan banyak hal menyangkut kunci menuju kesejahteraan rakyat NTT, khususnya masyarakat kabupaten Belu.

Presiden menyapa masyarakat kabupaten Belu dengan menggunakan bahasa tetun, “Loron di’ak ba, renu hotu mak ha’u dadoben (hari baik, untuk seluruh masyarakat yang saya cintai, red), kalau keliru mohon dimaafkan”, pintanya.

Presiden menuturkan, negara ini memiliki lebih dari 1.100 bahasa daerah yang berbeda- beda.

“Saya pernah ke Sumatera Selatan. Saya datang di tiga tempat berbeda dengan sapaan salam seperti horas, majua jua, makin ke timur ada lagi jua jua. Bahasa daerah begitu majemuk, plural. Coba bayangkan, satu propinsi saja sudah berbeda, apalagi dari Sabang sampai Merauke,” kisah Jokowi.

Jokowi menyampaikan bahwa di NTT, untuk menuju ke sebuah kemakmuran dan kesejahteraan harus ada air. Kuncinya hanya satu, yaitu air. Karena itu, katanya di propinsi lain hanya dibangun satu bendungan/ waduk saja, ada juga yang tidak sama sekali.

Sementara di NTT dibangun 7 waduk sekaligus. Dua di antara 7 waduk yang sudah selesai dikerjakan itu, sebutnya Raknamo dan Rotiklot.

“Itu pun, pak gubernur dan wakil gubernur masih mau minta tambah lagi,” ungkapnya sambil tertawa kecil.

Tetapi, diakuinya bahwa itulah rumus dan jurus menuju NTT sejahtera. Semua harus dimulai dari air. Dengan air, masyarakat bisa berpikir untuk menanam apa saja. Masyarakat bisa panen padi dan jagung dua sampai tiga kali dalam setahun. Jika di musim kemarau, masyarakat bisa menanam semangka dan melon.

Presiden berharap, di bulan Juli atau Agustus nanti, masyarakat bisa mengolah hamparan luas yang sudah berpuluh- puluh tahun tidak pernah digarap secara serius.

“Hari Rabu (22/5/2019, red), saya langsung uji materi untuk segera buatkan sertifikat, untuk diserahkan kepada masyarakat, biar lahan- lahan itu produktif,” janji Jokowi.

Lanjutnya, DPR di NTT ada banyak. Karena itu, begitu ‘ngecek, putusin’.

“Dulu, mobil presiden lima tahun sekali ke sini. Mungkin, saya ‘kan ga tau’. Tadi sama pak gubernur bisik- bisik, saya ‘ga tau’ berapa kali saya ke sini. Jakarta- NTT jauh, saya bolak- balik,” ujarnya.

Presiden mengatakan begitu besar cintanya kepada NTT, sampai harus bolak- balik NTT. Menurutnya, kalau tidak bisa selesaikan masalah, lebih baik ‘ga usa’ ke sini.

Menyinggung manfaat Bendungan Rotiklot, Jokowi menuturkan bahwa kapasitas waduk itu bisa digunakan airnya untuk mengairi lahan seluas 139 hektar.

Selain itu, bendungan Rotiklot bisa dijadikan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), sebagai tempat wisata, bisa juga untuk air baku bagi masyarakat kabupaten Belu.

Kemudian, dijelaskannya bahwa permintaan bendungan tambahan, masih dalam pembahasan dan perhitungan.

Jokowi berharap, Bendungan Rotiklot yang dibangun dalam waktu tiga tahun itu, bisa bermanfaat untuk jangka waktu panjang dan benar- benar bisa dirasakan oleh masyarakat Belu dan daerah sekitarnya, untuk 50 tahun bahkan 100 tahun dan seterusnya.

“Hati- hati! Setiap bendungan ini, habisnya 497 miliar. Kalau 7 bendungan, kalikan sendiri,” pesan Jokowi mengingatkan.

Turut hadir dalam kegiatan itu, para menteri kabinet kerja, Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, Wakil Gubernur NTT, Yosep A. Nae Soi, Bupati/ Walikota se- propinsi NTT, Uskup Atambua, Dominikus Saku,Pr, tokoh agama, dan tokoh masyarakat kabupaten Belu. (HH)

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password