All for Joomla The Word of Web Design
breaking news New

Kapolres Belu Komitmen Tuntaskan Kasus Korupsi di Belu dan Malaka

Kapolres Belu, AKBP, Christian Tobing, S.IK, M.SI

ATAMBUA,JURNALNTT.COM – Kapolres Belu, AKBP, Christian Tobing, S.IK, M.Si bersama jajarannya berkomitmen untuk menuntaskan berbagai kasus dugaan korupsi yang saat ini sedang ditangani Polres Belu di Kabupaten Belu dan Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

“Kita tetap berkomitmen untuk melakukan pemberantasan korupsi di Kabupaten Belu dan Kabupaten Malaka.”

Komitmen pemberantasan korupsi ini disampaikan Kapolres Christian kepada Jurnalntt.com melalui sambungan telepon seluler, Selasa (14/5/2019) pagi.

Menurutnya, saat ini pihaknya terus melakukan penyelidikan terhadap berbagai kasus korupsi yang sedang ditangani di Kabupaten Belu dan Kabupaten Malaka.

Ia menjelaskan, saat ini pihaknya sedang melakukan pengumpulan bukti-bukti dan keterangan atas beberapa kasus dugaan korupsi di Kabupaten Malaka seperti pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) SMA Wederok yang diduga melibatkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Malaka Petrus Bria Seran, dugaan korupsi perkuatan tebing di Desa Naimana, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka yang diduga melibatkan Kepala Dinas PU Kabuapten Malaka Yohanes Bria Seran serta dugaan korupsi dana desa Nanebot, Kecamatan Rinhat, Kabupaten Malaka yang diduga melibatkan Kepala Desa Nanebot, Metriana Hoar Seran.

“Kita sedang melakukan pengumpulan bukti-bukti dan keterangan dari berbagai pihak,” ujarnya singkat.

Dugaan korupsi perkuatan tebing di Desa Naimana senilai Rp Rp.3.287.095.000 yang bersumber dari Dana Alokasi Umum tahun anggaran 2016. Sementara dugaan korupsi pembangunan gedung SMA Wederok senilai Rp 2,1 miliar.

Diberitakan sebelumnya, Kepada media ini, Rabu (31/1/2018), Kasat Reskrim Polres Belu, Iptu, Jemy Oktovianus Noke, mengatakan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Malaka, Petrus Bria Seran telah diperiksa selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) proyek pembangunan gedung USB Wederok.

Namun Jemy enggan mengatakan kapan Petrus diperiksa dan dicecar dengan berapa pertanyaan.

“Sudah. Kita sudah periksa,” ungkapnya

Jemy mengaku, pihaknya terus mendalami kasus dugaan korupsi pembangunan USB SMA Wederok senilai Rp 2, 1 miliar tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Malaka, Petrus Bria Seran membantah keterlibatan dirinya dalam kasus dugaan korupsi proyek pembangunan gedung USB SMA Wederok.

Ia mengaku, gedung tersebut sudah diserahkan ke pihak sekolah. Bahkan saat ini pihak sekolah sudah menggunakan gedung SMA Wederok itu untuk kegiatan belajar dan mengajar.

“Itu dari beberapa tahun lalu. Sudah. Orang (pihak sekolah, red) sudah pakai gedung,” ungkapnya.

Ketika ditanya soal pemeriksaan dirinya oleh penyidik Polres Belu, Petrus enggan berkomentar banyak.

“Saya tidak tahu,” ujarnya singkat.

Sumber kuat media ini di Wederok, mengatakan, proyek pembangunan USB SMA Wederok tersebut dibiayai dengan Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun anggaran 2016. Namun hingga tahun 2017, proyek tersebut belum diselesaikan.

Dikutip dari Nttonlinenow.com, terkait dugaan korupsi perkuatan tebing di Desa Naimana, penyidik Polres Belu telah melakukan pemeriksaan terhadap Kepala Dinas PU Kabupaten Malaka, Yohanes Nahak pada Jumat (3/8/2017).

Periksaan terhadap Yohanes Nahak berlangsung di ruang Tipikor Polres Belu sejak pukul 11.00 berakhir sekitar 15.40 Wita.

Pemeriksaan Kadis PU sehubungan dengan dugaan korupsi dana pada proyek perkuatan tebing di Desa Naimana, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka senilai Rp.3.287.095.000 yang bersumber dari dana Dau tahun anggaran 2016.

Selain Kadis PU Malaka, penyidik juga memeriksa Sekdes Manleten, Hendrikus Roman terkait kasus dugaan korupsi Dana Desa Manleten, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu.

Kuasa hukum Hendrikus Roman, Kornelis Talok membenarkan pemeriksaan kliennya terkait kasus dugaan korupsi dana Desa Manleten. Kliennya diduga terlibat penyalahgunaan dana Desa untuk beberapa jenis kegiatan yakni proyek perpipaan air bersih, kegiatan tenun ikat dan tunjangan aparat Desa.

Terpisah Kapolres Belu, AKBP Christian Tobing melalui Kasat Reskrim, Iptu Jemy Oktovianus Noke yang dikonfirmasi menuturkan, pemeriksaan Kadis PU Malaka menindaklanjuti laporan dari pemilik bendera.

“Itu kasus dugaan penipuan yang di laporkan pemilik bendera,” ujar dia.

Selain kasus proyek tebing, penyidik juga akan kembali memanggil Kadis Yohanes terkait dengan kasus pengadaan lampu sehen yang tidak sesuai spesifikasi.

Berdasarkan kontrak, lampu sehen yang dipasang di rumah warga, jauh dari jangkauan listrik harus berdaya 3 watt, terang cahaya per watt 145 lumen (435 lumen/watt) dan memiliki type GB 2574 (KW 1 atau asli).

Namun, kenyataan barang yang diadakan dan diberikan kepada warga oleh kontraktor beda yakni, type ESUN 2574 (KW 2/bukan asli), hanya berdaya 2,5 watt, lumen 125 per watt (312.5 lumen/2,5 watt) yang diproduksi PT Santinilestari Energi Indonesia. (epy)

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password