All for Joomla The Word of Web Design
breaking news New

Wabup Kupang Sebut RSUD Naibonat Rumah Sakit Liar

Wabup Kupang, Jerry Manafe (kedua/kiri) bersama unsur Forkompimda sedang melakukan Sidak di RSUD Naibonat. Foto: Sipri Klau

OELAMASI,JURNALNTT.COM – Wakil Bupati (Wabup) Kupang Jerry Manafe, menyebut Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Naibonat sebagai rumah sakit liar saat melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di RSUD Naibonat, Rabu (8/5/2019).

Pantauan media ini, dalam sidak ini, Wabup Kupang menggandeng unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Kabupaten Kupang, yang terdiri dari Kapolres Kupang, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kupang, Ketua Pengadilan Negeri Oelamasi dan Dandim 1604 Kupang.

Dalam Sidak ini Wabup Kupang menemukan buruknya penataan dan perawatan sejumlah ruang rawat pasien seperti ruang isolasi, ruang ICCU dan ruang bersalin.

Wabup juga menemukan AC di ruang bersalin dan ruang ICCU tidak berfungsi. Kasur di ruang bersalin juga sudah sobek.
Kabel listrik di ruang ICCU dan beberapa ruangan manejemen RSUD itu bergelantungan.

Jerry juga menemukan plafon di sejumlah ruang manejemen RSUD sudah ambruk berantakan. Tulangan penyangga plafon yang berukuran sangat kecil serta tembok di beberapa ruangan yang tidak dipelester.

Inilah kondisi plafon di lantai dua gedung RSUD Naibonat

Dalam kesempatan Sidak itu, Wabup Jerry meminta kepada Direktur RSUD Naibonat, dr.Erol Nenobais agar segera mempekerjakan tenaga teknis untuk merawat semua ruang rawat pasien termasuk perbaikan sejumlah AC yang rusak.

Jerry juga menemukan sendal jepit milik pegawai RSUD Naibonat yang sangat kotor di ruangan salah satu staf di bagian manejemen RSUD.

Wabup Kupang, Jerry Manafe, sedang menunjukan sendal jepit salah satu staf manejemen RSUD Naibonat yang sangat kotor.

Wabup juga berang lantaran lingkungan RSUD Naibonat dipenuhi semak belukar.

Kondisi RSUD Naibonat menurut Jerry, sangat memprihatinkan dan pantas disebut rumah sakit liar.

Selain itu, dalam Sidak tersebut juga ditemukan bagian bangunan di lantai dua gedung RSUD Naibonat yang belum selesai dibangun.

Pada kesempatan itu, Wabup Jerry langsung menanyakan kepada Erol Nemobais terkait belum rampungnya bangunan senilai Rp 51 miliar tersebut.

Erol Nenobais mengaku hanya mengetahui nilai anggaran pembangunan gedung dua lantai itu yakni Rp 51 miliar.

Dari anggaran 51 miliar itu, jelas Erol, Rp 19 miliar sudah dipakai untuk membangun gedung IGD di lantai satu dan gedung manejemen RSUD di lantai dua.

Sementara sisa anggaran untuk pembangunan gedung berlantai dua yang sepaket dengan gedung manejemen dan gedung IGD senilai Rp 31 miliar.

Namun terkait alasan mengapa gedung dua lantai yang merupakan bagian dari gedung Intalasi Gawat Darurat (IGD) dan gedung manejemen RSUD Naibonat itu tidak selesai dikerjakan, Erol mengaku tidak tahu.

Terhadap jawaban Erol itu, Jerry Manafe yang didampingi Kajari Oelamasi, meminta Erol agar segera mengecek sisa anggaran pembangunan gedung IGD dan gedung manejemen yang belum rampung itu.

“Tolong cek ya. Berapa sisa anggaran dari pembangunan gedung ini. Apakah anggarannya masuk Silpa atau dikembalikan ke pemerintah pusat,” pinta Jerry. (epy)

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password