All for Joomla The Word of Web Design
breaking news New

Mobil Mewah Untuk Kapolres Belu Tak Pernah Dibahas DPRD Malaka

Henry Melki Simu

ATAMBUA,JURNALNTT.COM – Mobil mewah Innova New Venturer seharga Rp 400 juta lebih yang diduga diberikan oleh Bupati Malaka, Stef Bria Seran kepada Kapolres Belu, AKBP, Christian Tobing tak pernah dibahas oleh lembaga DPRD Kabupaten Malaka dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kabupaten Malaka dalam sidang Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).

“Tahun anggaran 2018 DPRD Kabupaten Malaka tidak pernah bahas pengadaan mobil operasional untuk Kapolres Belu. Jadi mobil yang diberikan kepada Kapolres Belu itu mobil siluman.”

Demikian disampaikan Anggota Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Malaka, Henry Melki Simu, kepada media ini, melalui telepon seluler, Rabu (1/5/2019).

Menurut Melki, dalam sidang Perubahan Anggaran tahun 2018, Pemkab Malaka menganggarkan pengadaan kendaraan roda empat jenis Innova New Venturer untuk Bagian Unit Pelayanan Pengadaan (ULP) dan Badan Perbatasan Pemkab Malaka.

Saat itu, Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Malaka sedang defisit. Sehingga sejumlah item anggaran belanja modal untuk pembangunan tambak ikan bagi masyarakat dipangkas habis.

Anehnya, meskipun dalam keadaan defisit anggaran, Pemkab Malaka, melalui Sekda Kabupaten Malaka, tetap memaksakan pengadaan mobil mewah untuk Bagian ULP senilai Rp 500 juta dan Badan Perbatasan senilai 300 juta lebih.

Karena itu, Melki mengaku sempat menanyakan urgensi pengadaan mobil mewah untuk dua instansi tersebut. Saat itu, lanjut Melki dirinya menginginkan agar sebaiknya anggaran untuk pengadaan dua unit mobil mewah itu sebaiknya dialihkan untuk pembangunan tambak ikan untuk masyarakat.

Namun karena pemerintah tetap bersikeras, akhirnya pengadaan mobil itu disetujui.
Melki menduga, mobil Innova New Venturer yang diberikan oleh Bupati Malaka untuk operasional Kapolres Belu tersebut merupakan mobil yang diadakan untuk Bagian ULP Kabupaten Malaka.

Menurutnya, dalam pengelolaan keuangan dan aset daerah, pemberian mobil kepada Kapolres Belu dengan alasan pinjam pakai sangat tidak dibenarkan.

Sebab sesuai amanat Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 27 tahun 2014 Tentang Pinjam Pakai Barang Milik Negara, pinjam pakai barang milik Negara hanya boleh dilakukan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dan antar Pemerintah Daerah.

Sementara Polres Belu tidak termasuk dalam lembaga pemerintah daerah atau pemerintah pusat yang disebutkan dalam PP Nomor 27 tahun 2014 tersebut.

Politisi Golkar ini meminta Kapolda NTT dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar segera memeriksa Bupati Malaka dan Kapolres Belu terkait pemberian mobil operasional tersebut karena terindikasi gratifikasi.

Diberitakan sebelumnya, Kapolres Belu, AKBP, Christian Tobing, diduga mendapatkan hadiah berupa sebuah mobil mewah Innova New Venturer seharga Rp 400 juta lebih dari Bupati Malaka, Stef Bria Seran.

Seorang sumber terpercaya di Polres Belu yang enggan disebutkan namanya menyebutkan, pemberian mobil Innova New Venturer Nomor Polisi DH 1823 FA tersebut diduga berkaitan dengan penanganan sejumlah kasus korupsi di Kabupaten Malaka.

“Dugaan saya, mobil innova itu dibarter dengan penanganan sejumlah kasus korupsi di Kabupaten Malaka yang saat ini sedang ditangani Polres Belu,” ungkap sumber.

Ia menjelaskan, mobil itu dibeli di PT Hasrat Abadi Atambua sekitar bulan Januari atau Februari 2019. Pembelian mobil innova itu diurus oleh KBO Satlantas Polres Belu, Ipda, Maternus Klau, SH dan Kepala ULP Kabupaten Malaka, Martinus Manek Bere atau yang biasa disapa Manjo.

Kasat Intelkam Polres Belu, AKP, Didid Wahyu Agustyawan, ketika dikonfirmasi media ini melalui sambungan telepon seluler, Senin 29 April 2019, membenarkan pemberian mobil mewah kepada Kapolres Belu tersebut.

Namun menurutnya, pemberian mobil itu bukan sebagai hadiah kepada Kapolres Christian. Mobil itu diberikan kepada Kapolres dengan status sebagai pinjaman.

KBO Satlantas Polres Belu, Ipda, Maternus Klau, SH, melalui pesan Whats App membantah jika dirinya terlibat dalam pengursan mobil mewah yang diterima Kapolres Belu tersebut.

“Sy tdk tau krn sy br pulang pendidikn,sy dua bulan di jakarta,” ungkap Maternus melalui pesan Whats App.

Sementara itu Kapolres Belu, AKBP, Christian Tobing yang dikonfirmasi media ini, Selasa (29/4/2019), membantah menerima hadiah mobil mewah dari Bupati Malaka.

“Selamat malam bro, untuk informasi ini tidak benar. Trims,” ujar Kapolres Christian melalui pesan Whats App.

Namun ketikan dikonfirmasi kembali pada keesokan harinya, Kapolres Christian, mengaku jika mobil New Innova Inventer yang diberikan Bupati Malaka itu berstatus pinjaman.

“Tidak benar kalau mobil itu hadiah untuk saya pribadi. Mobil itu dipakai untuk operasional penjemputan tamu. Kalau ada kegiatan baru dipinjam,” pungkasnya.

Kepala Unit Layanan Pengadaan (ULP) Martinus Manek Bere alias Manjo, belum berhasil dikonfirmasi.

Bupati Malaka, Stef Bria Seran, juga belum berhasil dikonfirmasi terkait dugaan pemberian mobil mewah untuk operasional Kapolres Belu tersebut. Dikirimi pesan singkat namun tidak membalas. (epy).

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password