All for Joomla The Word of Web Design
breaking news New

Kutuk Pengrusakan Hutan Mangrove Malaka, FPMM Jakarta Gelar Aksi 1000 Lilin di Depan Istana Merdeka

FPMM Jakarta sedang melakukan aksi bakar 1000 lilin mengutuk aksi pengrusakan hutan mangrove di pesisir pantai di Kabupaten Malaka yang diduga dilakukan oleh perusahaan PT IDK. Foto: Roy Tei Seran

JURNALNTT.Com – Puluhan warga yang tergabung dalam Forum Peduli Mangrove Malaka (FPMM), menggelar aksi 1.000 Lilin mengutuk dugaan pengrusakan hutan Mangrove oleh PT. Inti Daya Kencana (IDK), yang terjadi di Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kegiatan yang berjalan dengan tertib dan damai tersebut berlangsung di areal Monumen Nasional (Monas), Taman Pandang, depan Istana Merdeka. Aksi tersebut berlangsung pada Rabu, (20/2/2019), sejak Pukul 19.30-20.30 WIB.

Aksi 1000 lilin ini dikawal oleh aparat kemanan yang diturunkan langsung dari Kepolisian Resort Jakarta Pusat.

Aksi yang dikoordinir oleh Roy Tei Seran tersebut dimulai dengan menyalakan 1.000 lilin, dilanjutkan dengan tuturan adat dan doa oleh salah Fridoline Berek Taromi, sesepuh asal Malaka.

Berek Taromi menuturkan doa dan harapan kepada leluhur dan Tuhan agar menolong “rai” (tanah) dan “renu” (rakyat) Malaka yang saat ini dirusak oleh tangan-tangan ‘jahat’. Terutama dugaan pengrusakan hutan Bakau (Mangrove) secara ilegal oleh PT IDK di sepanjang garis pantai Malaka.

Setelah doa dan penuturan adat, Emanuel Bria, selaku Koordinator Umum FPMM membacakan pernyataan sikap forum di bawah rintik hujan malam itu.

Sambil membakar lilin, anggota forum yang lain membagikan selebaran kepada masyarakat kota Jakarta yang melintas di areal aksi.

Terdapat tiga hal utama yang menjadi tuntutan massa aksi FPMM yakni, pertama, Mendesak PT. IDK agar segera menghentikan proses pembersihan lahan (Clearing Area) yang diduga dilakukan secara ilegal.

Kedua, mendesak Menteri Lingkugan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk segera memberi sanksi hukum terhadap PT. IDK yang diduga telah melakukan aktivitas ilegal di Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur.

Ketiga, mendesak Komisi VII DPR RI yang membidangi masalah sumber daya alam dan lingkungan hidup untuk segera melakukan pengawasan terhadap kejahatan lingkungan yang diduga dilakukan oleh PT. IDK dan memanggil berbagai pihak terkait mulai dari pemerintah daerah sampai pusat untuk mempertanggungjawabkan aktivitas yang dilakukan oleh PT. IDK tersebut.

Usai melakukan aksi, massa tidak segera meninggalkan lokasi dan duduk bersama mendiskusikan langkah dan aksi selanjutnya.
Renold Seran, selaku Ketua Ikatan Mahasiswa Malaka Jakarta yang hadir pada malam itu mengatakan, mahasiswa sebagai salah satu agen perubahan akan terus berjuang bersama rakyat untuk mempertahankan hutan bakau yang ada di Malaka lewat aksi protes kepada pemerintah, baik di daerah maupun di pusat.

Menurutnya, Mangrove merupakan tumbuhan yang dipertahankan di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia karena manfaatnya yang sangat sentral dalam menjaga wilayah pesisir pantai dari bahaya abrasi dan bencana alam lain seperti Tsunami.

Hugo Nahak salah satu putera Malaka mengatakan, FPMM akan terus berjuang bersama menyuarakan kerusakan alam di Kabupaten Malaka lewat berbagai aksi lanjutan yang melibatkan lebih banyak pihak hingga ada perbaikan alam dan Mangrove di Malaka.

Dalam diskusi itu FPMM yang tergabung dari berbagai OKP, baik dari Ikatan Keluarga Wilayah Malaka, TTU, Belu dan beberapa peserta yang datang dari Sumba, Papua, serta Organisasi PMKRI Pusat ini sepakat untuk kembali melakukan aksi lanjutan pada hari Minggu, (24/2/2019) mendatang di Bundaran Hotel Indonesia.

Tujuan aksi lanjutan itu untuk mengajak warga Ibu Kota Jakarta, bahkan dunia yang peduli pada pelestarian lingkungan alam untuk berjuang bersama melawan Para perusak alam.

Sesudah berdiskusi di dalam areal Monas, Roy Tei Seran selaku Koordinator lapangan menutup kegiatan malam itu dengan doa bersama, foto bersama, dan memekikkan yel-yel seperti; Malaka-Laka Tebes, Selamatkan Mangrove Malaka-Yes-yes-yes.

FPMM juga mengajak semua yang peduli pada Malaka dan Mangrove Indonesia serta dunia untuk mendukung aksi ini lewat petisi Tolak Tambak Garam Malaka di situs web change.org dan menggalakkan kampanye dengan tagar #savemangrovemalaka. (Roy Tei Seran)

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password