All for Joomla The Word of Web Design
breaking news New

Polsek Laenmanen Diduga Diamkan Kasus Pengeroyokan Atas Nenek ini

ATAMBUA,JURNALNTT.Com – Aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Laenmanen, Polres Belu, diduga kuat sengaja mendiamakan kasus dugaan pengeroyokan atas Margaretha Tai, warga Dusun Bora, Desa Tesa, Kecamatan Laenmanen, Kabupaten Malaka, Jumat (11/1/2019).

Kepada JURNALNTT.Com, melalui sambungan telepon seluler, Senin (14/1/2019), Margaretha Tai (korban) menuturkan, kejadian pengeroyokan atas dirinya diduga dilakukan Arnoldus Kiik Bau dan saudarinya Gabriela Ikun.

Korban menjelaskan, dugaan pengeroyokan itu terjadi pada Jumat, (11/1/2019) pagi. Saat itu dirinya hendak menagih utangnya berupa semen 12 sak dan seng enam lembar yang pernah dipinjam Arnoldus Kiik Bau.

Sesampainya di rumah Arnoldus, korban menemui Arnoldus dan meminta agar jika Arnoldus belum bisa mengembalikan semen 12 sak dan seng enam lembar maka cukup mengembalikan semen dua sak. Semen itu akan digunakan korban untuk mengecor tiang rumahnya.

Namun bukannya diladeni dengan baik, Arnoldus malah naik pitam dan mengejar korban.

Karena takut, korban berlari ke rumahnya yang tak jauh dari rumah Arnoldus. Namun Arnoldus yang masih kerabat korban itu terus mengejar korban.

Korban terus dikejar dan dipukuli sampai ke dalam rumah Dominggus Bau, yang adalah saudara korban. Korban yang merasa terdesak, berlari ke teras rumah Dominggus Bau. Namun Arnoldus terus mengejar dan memukuli korban.

Arnoldus diduga meninju korban hingga jatuh dan memegang rambut korban lalu menyeret tubuh korban sambil menendang dan memukuli korban.

Tidak hanya Arnoldus, Gabriela Ikun, saudara Arnoldus juga diduga turut menganiaya korban.

Korban mengaku, akibat pengeroyokan itu, bahu dan belakangnya memar. Pelipis matanya juga bengkak dan memar sehingga sulit beraktivitas.

“Saya punya bahu dan belakang bengkak. Bagian atas mata juga bengkak. Mereka (Arnoldus dan Gabriela) tarik saya di rambut dan seret saya seperti binanatang.

Arnoldus pukul saya sampai jatuh lalu mereka dua seret saya sambil pukul dan tendang saya di belakang.

Mata bagian atas juga bengkak. Sakit sekali,” tutur korban.

Sementara itu, Dominggu Bau, juga mengaku melihat langsung aksi pengeroyokan oleh pelaku Arnoldus dan saudarinya terhadap korban.

“Saya lihat langsung. Arnoldus dan saudarinya tarik nenek di rambut baru mereka pukul dan seret di depan teras rumah saya. Untung banyak orang datang baru bisa leraikan mereka. Kalau tidak mungkin mereka bunuh nenek ini,” ungkap Dominggus.

Korban menuturkan, setelah dikeroyok, dirinya bersama keluarganya melaporkan peristiwa pengeroyokan itu ke aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Laenmanen.

Saat itu korban dan keluarganya meminta agar korban divisum. Namun pihak Polsek Laenmanen tidak menggubris permintaan korban.

“Waktu itu kami lapor ke Polsek Laenmanen. Tapi polisi suruh kami pulang. Pak Polisi bilang nanti baru mereka ikut (ke tempat kejadian perkara) tapi sampai hari ini polisi tidak datang.

Sampai hari ini pelaku masih berkeliaran. Polisi tidak panggil mereka. Kami tidak tahu kenapa polisi tidak panggil mereka,” sesal korban.

Kapolsek Laenmanen Oschar Pinto, yang dikonfirmasi media ini melalui sambungan telepon seluler, Senin (14/1/2019), mengaku belum mengetahui adanya laporan terkait dugaan pengeroyokan itu.

“Saya belum tahu informasi itu. Nanti saya cek dulu,” ungkapnya.

Menurutnya, mungkin saja saat korban melaporkan peristiwa itu dirinya tidak berada di Kantor Polsek Laenmanen karena sedang mengikuti kegiatan bersama Kapolres Belu. (epy)

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password