All for Joomla The Word of Web Design
breaking news New

Desember 2018 PT PKGD Produksi Garam di Kabupaten Kupang

Ketua Tim Kuasa Hukum PT PGGS, ADV. K.P. Henry Indragunawan, SH., C.L.A., C.I.L (tengah) bersama tim kuasa hukum yang tergabung dalam Law Firm Henry Indraguna & Partner. Foto: Sipri Klau

OELAMASI,JURNALNTT.Com-Pada bulan Desember tahun 2018, PT Puncak Keemasan Garam Dunia (PKGD) sebagai perusahaan yang mengakuisisi saham PT Panggung Gunaganda Semesta (PGGS) siap membangun pabrik garam dan mulai memproduksi garam di Kabupaten Kupang.

Kepastian PT PKGD untuk membangun pabrik dan memproduksi garam tersebut disampaikan kuasa hukum PT PKGD yang tergabung dalam Law Firm Henry Indraguna & Partner usai bertemu Plt.Bupati Kupang, Korinus Masneno, Rabu (14/11).

Ketua tim kuasa hukum PT PKGD, Henry Indraguna mengatakan, dalam pertemuan dengan Plt.Bupati Kupang tersebut, PT PKGD diminta untuk memulai usaha tambak garam di atas lahan Hak Guna Usaha (HGU) Nomor 6 tahun 1992.

“Kami sudah bertemu Bupati Kupang terpilih dan puji Tuhan. Ada secerca harapan, ada kedamaian, ada suka cita.

Bupati terpilih ini sangat bijaksana. Beliau taat hukum dan sangat memahami aturan.

Ini yang kami harapkan. Duduk bersama dan dicarikan solusi terbaik. Mulai sekarang segera membangun pabrik garam,” ungkapnya.

Menurut Henry, langkah yang akan diambil PT PKGD dalam realisasi pembangunan pabrik dan produksi garam ini akan disesuaiakan dengan petunjuk Plt.Bupati Kupang, Korinus Masneno.

Henry berjanji akan melaksanakan semua petunjuk Bupati Kupang terpilih tersebut dan menghentikan polemik antara PT PKGD dan pihak lain yang berkaitan dengan rencana investasi garam di Kabupaten Kupang.

“Intinya beliau mengatakan, siapa pun perusahaan yang mau berinvestasi di Kabupaten Kupang silahkan. Asalkan mau serius kerja. Bahkan beliau bilang siap menandatangani semua izin pada saat panen perdana di hadapan gubernur,” ungkap Henry.

Ia menjelaskan, PT PKGD sudah bertekad, dalam bulan Desember 2018 ini sudah memproduksi garam di Kabupaten Kupang.

“Kami akan tunjukan pada semua orang bahwa kami bukan perusahaan bodong. Kami serius untuk bekerja,” tanda Henry.

Karena itu ia meminta semua pihak menahan diri dan tidak memprofokasi masyarakat untuk menolak kehadiran PT PKGD di Kabupaten Kupang.

Sementara itu, Melkianus Koa, tokoh masyarakat keluarahan Babau yang mendampingi kuasa hukum PT PKGD dalam jumpa pers itu mengaku sangat bersyukur karena sudah ada titik terang mengenai rencana investasi garam di kelurahan Babau.

Menurutnya, selama ini tidak ada penolakan masyarakat mengenai renacana investasi garam oleh PT PKGD di kelurahan Babau.

Diberitakan sebelumnya, Gubernur NTT, Viktor Laiskodat, mengatakan, Pemerintah Provinsi NTT hanya akan mengeluarkan berbagai bentuk perizinan bagi perusahaan yang memiliki komitmen investasi.

“PT Panggung sudah memegang izin itu (HGU, red) tapi tidak pernah membuat garam di sana. Kita lihat teman-teman (perusahaan garam, red) baru masuk di tempat itu dan sampai hari ini sudah panen beberapa kali.

Ini ada undangan lagi untuk panen lagi bulan Maret. Saya akan minta Bapak Presiden untuk datang menghadiri panen di sana,” jelasnya.

Senada dengan Gubernur Viktor Laiskodat, Plt.Bupati Kupang, Korinus Masneno, menegaskan tidak akan mengeluarkan izin bagi perusahaan garam yang tidak memiliki komitmen investasi.

“Saya hanya akan keluarkan izin bagi perusahaan yang mau produksi garam. Tapi kalau datang hanya mau omong-omong saja tidak usah datang,” tegasnya. (epy)

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password